Memyambung Silaturahim dalam suasana Distancing

Assalamulaikum wr.wb





Silaturahim yang indah
   Terlahir sebagai agama kemanusiaan, Islam betul-betul meletakkan sendi-sendi hubungan sesama dengan begitu serasi dan harmonis dalam Alqur’an. Berulang kali kata-kata shilah (sambung-menyambung) -arrahim (kasih sayang) terulang dalam Alqur’an untuk mengingatkan kita semua bahwa menyambung kasih sayang terhadap saudara, keluarga jauh, teman, kerabat sangat penting— bukan hanya ingin memperbanyak kawan.
   Namun menyambung ikatan ini adalah pesan sosial yang langsung disebut dan diperintahkan dalam Alqur’an salah satunya dalam surah, “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk,” (Qs. ar-Ra’du13: 21) (sumber: republika.co.id)
   Dengan adanya diskusi mengenai silaturrahmi di masa pandemi wabah Covid-19 ini, bagaimana semestinya kita menyambung ikatan kasih sayang ini? Mengingat pertemuan fisik diupayakan untuk dikurangi atau bahkan tidak sama sekali guna menekan penyebaran virus yang lebih luas.
Sejatinya, Alqur’an tidak memberikan bentuk yang spesifik terhadap silaturrahim itu sendiri. Setiap manusia diperbolehkan menyambung tali kasih sayang dengan beragam cara sesuai dengan kesanggupan dan kemampuannya. Bersyukur, teknologi mutakhir bisa dipilih menjadi alternatif untuk mendekatkan hubungan yang telah berjarak dan merekatkan kembali hubungan yang sempat merenggang.
Dengan demikian, silaturrahim via media sosial menjadi pilihan terbaik di masa pandemi ini. Bentuk lainnya? Kita juga bisa saling mengirim makanan,  hadiah-hadiah sederhana  dan lain sebagainya. Namun, jika belum mampu dalam bentuk materil, tentu kita masih bisa  memberikan hadiah terbaik berupa do’a agar saudara, kerabat, teman sejawat yang jauh selalu dalam kondisi sehat lahir batin serta dalam penjagaan-Nya.
So, Guys.. walau kita harus tetap di rumah aja di masa pandemi ini, jangan membuat kita terkurung dan ansos alias anti-sosial ya! Tetaplah berupaya menyapa kawan atau saudara jauh meski hanya sekedar salam dalam media sosial. Syukur-syukur jika kita mau menyisihkan rezeki untuk saling berbagi rezeki. Semoga saja,  kita semua kelak mendapatkan naungan dari Allah di hari kiamat kelak—sebab tiada naungan yang lebih aman, teduh dan penuh perlindungan dari kedahsyatan peristiwa kiamat nanti selain lindungan naungan dari Allah ar-Rahman. Aamiin ya Rabb al-Alamin.


Komentar